Breaking News

Arsip Radio Rimba Raya Diusulkan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Arsip Radio Rimba Raya Diusulkan Jadi Memori Kolektif Bangsa
A A A

KabarAktual, Takengon – Radio Rimba Raya memiliki jasa yang sangat besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI. Melalui stasiun radio yang terletak di  Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, itu disiarkan kabar kepada dunia bahwa Indonesia masih berdaulat.

Peran radio ini telah menyelamatkan kelangsungan pemerintah Republik Indonesia. Karena, saat agresi militer II Belanda, hanya Radio Rimba Raya saluran informasi satu-satunya yang tersisa yang menyuarakan keberadaan Indonesia setelah Yogyakarta sebagai ibu kota pemerintahan darurat Republik Indonesia dikuasai Belanda pada tanggal 19 Desember 1948.
 
Siaran Radio Rimba Raya yang disiarkan ke seluruh dunia menjadi dasar digelarnya pertemuan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Berdasarkan informasi itu, akhirnya, Belanda menyatakan bahwa Indonesia sepenuhnya berdaulat.
 
Uraian ringkasan mengenai sejarah Radio Rimba Raya disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Edi Yandra, dalam acara Forum Group Discussion (FGD) yang mengusulkan agar arsip Radio Rimba Raya dijadikan memori kolektif bangsa. FGD itu berlangsung di Banda Aceh, Selasa (6/12/2022).
 
Dia menjelaskan, peristiwa yang memiliki nilai sejarah harus dibuktikan melalui arsip, baik skunder maupun primer. Informasi aktual peristiwa Radio Rimba Raya, kata Edi, merupakan bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. “Pembuktian tersebut salah satunya adalah arsip,” ujarnya.
 
Edi menjelaskan, arsip merupakan memori kolektif yang memiliki peran sebagai identitas dan jati diri bangsa. Sebagai memori kolektif, arsip merupakan endapan informasi bangsa yang mengandung nilai-nilai mendasar bagi pendidikan karakter, jati diri bangsa, serta berperan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme.
 
“Namun demikian arsip juga berperan sebagai pertanggungjawaban nasional atas perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.
 
Baginya, arsip sebagai warisan dokumenter perjalanan sebuah bangsa dan negara juga berfungsi sebagai ingatan dunia yang perlu dilestarikan. Sebagai khazanah sejarah bangsa, arsip memainkan peran yang strategis untuk terus dapat menjaga identitas bangsa Indonesia bagi generasi yang akan datang.
 
Untuk itu, kata dia, guna menjadi ingatan kolektif atas peristiwa Radio Rimba Raya yang merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahakan kemerdekaan, maka Pemerintah Aceh melalui DPKA tahun 2022, melakukan tahap persiapan pengusulan arsip Radio Rimba Raya sebagai memori kolektif bangsa ke arsip nasional Republik Indonesia. 
 
Lebih lanjut, kata Edi, tahapan pelaksanaan persiapan pengusulan arsip Radio Rimba Raya sebagai memori kolektif bangsa, yaitu penelusuran arsip di kota Medan, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.[]

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...