Breaking News

BURGERLAH, Cita Rasa Mewah Racikan Anak Muda

BURGERLAH, Cita Rasa Mewah Racikan Anak Muda
A A A

USAHA kuliner ini dikelola tiga anak muda. Dimulai dari trotoar Jalan Daud Beureuh Banda Aceh, kini, mereka pindah ke sebuah ruko. Tak begitu jauh dari lapak pertama.

Sabtu, 24 Desember 2022, menjadi hari penting bagi tiga sekawan: Teuku Andika alias Dika, Dwiki alias Wong dan Trisna Indra alias Cenhan. 

Hari itu, secara resmi mereka memindahkan tempat usaha dari kaki lima ke sebuah ruko. Ternyata, meski baru pindah, pelanggan yang datang lumayan banyak. “Ratusan burger terjual,” cerita Andika.

Wajah pemuda ini terlihat sumringah. “Badan memang letih, tapi hati senang.” timpalnya.

BURGERLAH, usaha kuliner burger milik mereka baru saja mendapatkan pembiayaan KUR Syariah. Mereka menggunakan seluruh bantuan modal untuk menyewa dan mendekorasi toko sesuai dengan konsep bisnis mereka. 

20221230-burger-2

Andika membagi pengalamannya. Memindahkan usaha dari emperan jalan ke dalam toko, kata dia, bukan keputusan mudah. Mereka harus berhitung ekstra hati-hati agar langkah ini benar-benar mampu mendongkrak penjualan burger yang mulai mereka rintis sejak Februari 2020, di saat curva pandemi Covid-19 mulai naik di Indonesia.

Awalnya, mereka bertiga berusaha di dua tempat, yakni di Jalan Daud Beureuh dan Jalan Dr Mohd Hasan.

Saat memutuskan untuk menyewa sebuah ruko dan menjadikannya sebagai pusat bisnis Burgerlah, Andika dan kawan-kawan menutup gerobak burger di Batoh untuk mengurangi ongkos produksi.

Sejauh ini, kata Andika, memindahkan usaha ke tempat baru merupakan keputusan tepat. Dia mengatakan, dalam sepekan terakhir, omzet penjualan Burgerlah. meningkat. Saat berjualan di gerobak, mereka mampu menjual sekitar 70 potong burger setiap hari. Omzet rata-rata per bulan mencapai ratusan juta rupiah.

Adalah bantuan modal melalui Pembiayaan KUR Syariah Bank Aceh yang dipergunakan oleh tiga sekawan ini untuk membesarkan bisnis Burgerlah. Kongsi tiga sekawan ini mendapatkan pembiayaan KUR Syariah yang seluruhnya digunakan untuk menyewa dan mendekorasi toko sesuai dengan konsep bisnis mereka.

Mereka juga menyempurnakan dapur agar tetap bisa menyajikan burger yang higienis sesuai dengan ciri khas usaha mereka sejak awal beroperasi.

Jika tak ada aral melintang, Andika dan rekan-rekan berencana membuka usaha lebih awal dengan menyajikan sarapan ala warga Amerika Serikat, seperti pancake. “Saya belum menghitung kenaikan omzet saat ini. Tapi sejak pindah ke toko, ada kenaikan penjualan yang kami rasakan,” kata Andika.

“Pelanggan juga bisa menikmati Burgerlah di tempat. Kami mendisain tempat yang benar-benar nyaman untuk kongkow sambil menikmati burger,” tambahnya. Burgerlah  juga memanfaatkan media sosial dan aplikasi penyedia jasa pengantaran makanan untuk menjangkau pelanggan.

Sebagai pendatang baru di bisnis kuliner, Andika, Dwiki dan Indra kudu hati-hati dalam mempersiapkan setiap langkah bisnis.

Mereka memulai bisnis ini dengan modal Rp 20 juta. Burgerlah membidik konsumen kelas menengah ke atas. Harga burger yang mereka jual mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu.

Keberanian mematok harga tinggi ini dibarengi dengan jaminan mutu. Mereka hanya memilih bahan-bahan spesial untuk membuat burger. Mulai roti hingga daging, semua menggunakan bahan makanan berkualitas.

Andika mengungkapkan, keistimewaan Burgerlah terdapat pada saos yang khas. “Juga tidak ada sayur di dalam setiap Burgerlah Alasannya sederhana, kami tidak suka sayur di dalam burger,” kata Andika. Tanpa sayur, penggemar burger menikmati daging melimpah tanpa repot memilah sayur.

Bahkan dalam menu reguler, ukuran daging yang dipadankan dengan roti dan saos khas Burgerlah tergolong melimpah. Tiga sekawan itu memang tidak memiliki pengalaman menjual makanan. Seluruh pengetahuan tentang itu didapat dari konsultasi dengan sejumlah ahli kuliner dan menonton Youtube.

Setiap keputusan bisnis juga diambil bersama-sama. Meski tidak mudah, tiga sekawan ini tetap mengutamakan komunikasi yang baik dan terbuka untuk menjalankan usaha itu. “Bagian terberat dalam berbisnis itu adalah konsistensi. Baik dari jam operasional ataupun dari kualitas bahan dan rasa. Kami akan tetap mempertahankan layanan dan rasa di Burgerlah Jadi, untuk mereka yang benar-benar ingin menikmati burger nikmat, cuma ada satu di Banda Aceh; Burgerlah,” kata Andika.

Mnurutnya, pembiayaan KUR Syariah yang diberikan Bank Aceh memberikan dampak yang sangat positif bagi usaha Burgerlah.

Bagi anda yang ingin menikmati burger dengan rasa mewah, gerai Burgerlah buka sejak pukul 14.00-23.00 WIB beralamat di Jln Teuku Daud Beureueh No. 67 Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.[]

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...