Breaking News

Kenaikan Harga Tiket Kapal Aceh Hebat Terlalu Mahal, Ini Penjelasan Dishub

Kenaikan Harga Tiket Kapal Aceh Hebat Terlalu Mahal, Ini Penjelasan Dishub
Kapal Aceh Hebat (foto: repro)
A A A

KabarAktual, Banda Aceh – Pemerintah Aceh berencana menaikkan harga tiket kapal penyeberangan mulai Januari 2023. Katanya, sebagai penyesuaian akibat terjadinya kenaikan harga BBM.

Rencana tersebut mendapat kritik DPR Aceh seperti disampaikan Ustadz Irawan, dari Fraksi PKS. Pada rapat paripurna, Kamis (29/12/2022) malam, ia mengatakan, kenaikan harga tiket tersebut akan memberatkan masyarakat. 

Politisi ini mempertanyakan, kenapa masyarakat yang selalu jadi korban kebijakan dengan dalih kenaikan harga BBM. “Harga tiket Banda Aceh-Sabang itu terlalu mahal dibandingkan Merak-Bakauheni yang jarak tempuhnya lebih panjang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menyampaikan klarifiksi. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke Redaksi KabarAktual, Senin (2/1/2023), dijelaskan, keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM per tanggal 3 September 2022 ikut berdampak pada naiknya beban operator angkutan penyeberangan.

Baca juga: DPR Aceh Pertanyakan Kuota BBM Subsidi untuk Aceh

Untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan optimal, menurut Dishub, perlu dilakukan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas antar kabupaten/kota di Aceh.

Dijelaskan, melalui rapat koordinasi tanggal 27 Oktober 2022, Dishub Aceh bersama seluruh stakeholder terkait telah menyepakati penyesuaian tarif angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas kabupaten/kota di Aceh dengan rata-rata kenaikan sebesar 11%.

Menurut Dishub, kenaikan ini sesuai dengan aturan yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan RI KM 184/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perhubungan No KM 172/2022 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan Kelas Ekonomi Lintas Antarprovinsi dan Lintas Antarnegara. “Keputusan ini diambil dengan memperhatikan pendapat seluruh stakeholder terkait, seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator angkutan penyeberangan, PT Jasa Raharja, dan PT Jasa Raharja Putra, BPTD Aceh, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota di Aceh, serta Masyarakat Transportasi Indonesia Aceh,” tulis Dishub.

Dishub mengatakan, penyesuaian tarif itu masih berada dalam kemampuan masyarakat untuk membayar (ability to pay). “Tarif baru ini diharapkan dapat berlaku per tanggal 1 Januari 2023 melalui Keputusan Gubernur Aceh yang saat ini substansinya sedang dikaji oleh Biro Hukum Setda Aceh,” kata Dishub.

Penyesuaian tarif angkutan penyeberangan juga disesuaikan dari sebelumnya nonterpadu menjadi tarif terpadu. Dengan demikian, tarif angkutan sudah termasuk muatannya (orang maupun barang). “Tarif angkutan terpadu ini sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 66 Tahun 2019 tentang Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan,” tegas Dishub.[]

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...