Breaking News

DPR Aceh Sorot Antrean Panjang di SPBU

DPR Aceh Sorot Antrean Panjang di SPBU
Ustadz Irawan (foto: dok Ist)
A A A

KabarAktual, Banda Aceh – Setelah berlangsung sekian lama, permasalahan kelangkaan BBM subsidi di Aceh akhirnya jadi sorotan DPR Aceh. Wakil rakyat mempertanyakan kepada pemerintah, kenapa stok BBM subsidi sering kosong. “Padahal harga sudah dinaikkan,” ujar Ustadz Irawan, angggota Fraksi PKS.

Menurut Irawan, antrean panjang kendaraan tidak hanya terjadi di Banda Aceh, tapi merata di seluruh SPBU di Aceh. Permasalahan ini, kata dia, tidak hanya meresahkan para pengguna kendaraan bermotor tapi juga berimbas terhadap para pemilik kedai yang berjualan di pinggir jalan seputaran SPBU.

Masalah kelangkaan BBM subsidi, pada awalnya, dipertanyakan oleh anggota DPR Aceh, Tarmizi SP. Saat ketua DPR Aceh, Saiful Bahri, hendak menutup sidang, politisi ini cepat-cepat interupsi.

Baca juga: Sejumlah SPBU Disanksi, Pertamina Diminta tidak Korbankan Masyarakat

Baca juga: Antrean di SPBU Akal-akalan Pertamina

Dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung menyampaikan hasil resesnya di lapangan terkait antrean panjang kendaraan di SPBU yang kini sudah menjadi keresahan masyarakat Aceh. “Rakyat sangat terzalimi akibat harus mengantre berjam-jam di SPBU,” ujarnya pada rapat yang berlangsung, Kamis (29/12/2022) malam.

Tidak jarang, kata Tarmizi, setelah mengentre lama tiba-tiba minyak habis. “Ini benar-benar bentuk kezaliman luar biasa yang dirasakan rakyat Aceh. Pemerintah perlu mencari langkah-langkah sebagai solusi terhadap permasalahan tersebut,” kata politisi ini.

Permasalahan yang sangat meresahkan masyarakat itu kemudian dikuatkan oleh anggota Fraksi PKS, Ustadz Irawan, yang juga menyorot hal yang sama. Ia menambahkan bahwa permasalahan antrean panjang di SPBU tidak hanya berdampak terhadap para pengguna kendaraan bermotor. “Tapi juga sudah memperngaruhi faktor ekonomi kedai-kedai yang berjualan di dekat SPBU,” ujarnya.

Baca juga: Syariat Islam Baru Sebatas Tutup Pintu Warung dan Hentikan Layanan SPBU

Sebagai wakil rakyat, ia mengharapkan agar ada penjelasan dari pemerintah. “Kenaikan harga BBM kita tolak, tapi tidak juga turun harganya. Setelah naik, kita antre pula untuk mendapatkannya. Apakah Pertamina memang mengurangi kuota untuk Aceh. Ini harus kita pertanyakan, sehingga tidak lagi meresahkan masyarakat,” ujar Irawan,

Menurut dia, antrean panjang kendaraan di SPBU itu sudah berlangsung sejak lama. Bukan sehari dua hari. Tapi, sudah berminggu-minggu. “Jadi, perlu ada penjelasan pemerintah terhadap hal ini,” tegasnya.

Keresahan masyarakat yang disuarakan oleh wakil mereka di DPR Aceh langsung didengar oleh Sekda Aceh, Bustami, yang hadir mewakili Pj Gubernur Achmad Marzuki pada forum rapat paripurna membahas penyampaian hasil reses anggota Dewan tersebut.[]

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...