Breaking News

Nilai 60 Lulus, 90 Cadangan

Seleksi PPS Aceh Besar Dituding Curang

Seleksi PPS Aceh Besar Dituding Curang
Ibnu Khatab (foto: repro)
A A A

KabarAktual, Jantho – Seleksi PPS (panitia pemungutan suara) Aceh Besar dikabarkan tidak obyektif. Pihak KIP setempat diduga bermain curang. Peserta dengan nilai CAT tinggi dinyatakan tidak lulus, yang diambil jutseru peserta dengan nilai rendah.  

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, ada peserta dengan nilai di atas 90 tidak diluluskan oleh KIP. Anehnya, peserta dengan nilai 60-an yang diambil sebagai calon PPS. “Yang nilai di atas 90 tidak lewat, nilai 60 lulus,” ucap sumber media ini, Senin (23/1/2023).

Informan yang minta identitasnya tidak dipublis ini mengatakan, KIP tidak obyektif dalam melaksanakan seleksi calon PPS. Selain tidak menggunakan hasil seleksi secara fair, kata dia, KIP juga terkesan bias gender. “Mereka memilih yang laki-laki saja meski nilainya rendah. Perempuan dikesampingkan,” kata sumber media ini.

Ketua KIP Aceh Besar Muhammad Hayat yang dikonfirmasi mengatakan, ada mekanisme yang diterapkan dalam rekruitmen PPS, yaitu tes tertulis dan wawancara. Kata dia, wawancara adalah tahapan lanjutan dari tes tertulis yang memberi skor penilaian berbeda terhadap seorang calon. Skor akhir tidak diambil dari nilai tes tertulis dengan tes wawancara, akan tetapi hanya hasil wawancara saja. “Jadi, yang menjadi calon PPS terpilih adalah mereka yang mendapatkan nilai tertinggi dalam wawancara,” ujarnya membalas pesan WhatsApp, Selasa (24/1/2023) dini hari.

Dia menambahkan, dalam wawancara, pihaknya menggali lebih dalam tentang komitmen calon PPS. Sehingga, lanjutnya, tidak hanya sisi pengetahuan yang dilihat tetapi juga komitmen, integritas, profesionalitas, loyalitas serta visi sebagai seorang PPS. “Hasil dari wawancara inilah yang menjadi dasar kita menetapkan calon PPS terpilih,” tegasnya.

Sementara Ketua Divisi Teknik Penyelenggaran Pemilu KIP Aceh, Munawarsyah, yang ditanyai sebelumnya mengaku belum mendapatkan informasi terkait dugaan kecurangan pada seleksi PPS Aceh Besar. Meski demikian, dia memastikan bahwa kewenangan itu ada pada KIP setempat. “Ya di KIP Aceh Besar,” ujarnya, Senin (23/1/2023) malam.

Tinjau kembali

Isu kecurangan seleksi PPS Aceh Besar juga sudah menjadi atensi Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK). Ketua Eksekutif Komisi Daerah (Komda LP-KPK) Aceh, Ibnu Khatab, mengaku banyak menerima laporan dari masyarakat terkait kinerja KIP Aceh Besar.

Pimpinan LSM yang banyak mengangkat kasus korupsi di Aceh itu meminta KIP Aceh Besar untuk meninjau kembali hasil rapat pleno No: 11/ PP.04.1-BA/1106/2023 tanggal 23 Januari 2023 tentang penetapan hasil seleksi calon anggota PPS tingkat gampong se-Aceh Besar. “Diduga mengesampingkan regulasi,” ujarnya.

Ibnu juga mengaku mendapatkan laporan tentang perlakuan diskriminatif oknum Komisioner KIP Aceh Besar. Banyak perserta tes dengan nilai tinggi, katanya, mengajukan keberatan. “Kenapa peserta dengan nilai tinggi ditempatkan di posisi cadangan? KIP harus meninjau kembali kekeliruan tersebut,” tandasnya.

Ia juga mempertanyakan kinerja Panwaslih yang terkesan tidak menjalankan fungsinya. “Sejauh mana keterlibatan pengawasan dalam proses rekrutmen calon anggota PPS gampong? Kenapa sampai menimbulkan keresahan di masyarakat,” tanya Ibnu.

Pegiat LSM ini meminta KIP Aceh Besar tidak mengabaikan begitu suara-suara yang mempertanyakan masalah tersebut. Terutama soal obyektif hasil seleksi yang mengesampingkan mereka yang memiliki nilai CAT tinggi. “KIP harus memberi penjelasan terbuka ke publik,” pungkasnya.[]

CATATAN REDAKSI: Artikel ini telah mengalami perubahan dengan ditambahkannya konfirmasi Ketua KIP Aceh Besar pada tanggal 24 Januari 2023 pukul 06:43 WIB. 

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...