Breaking News

Zulfikar SBY: Tak Bermaksud Permalukan Dek Gam, Niat Kita Menyelamatkan Persiraja yang Sakratul Maut

Zulfikar SBY: Tak Bermaksud Permalukan Dek Gam, Niat Kita Menyelamatkan Persiraja yang Sakratul Maut
Zulfikar SBY (kanan)
A A A

KabarAktual, Banda Aceh – Presiden Persiraja Zulfikar SBY mengaku kaget mendapat somasi dari Nazaruddin alias Dek Gam. Bukan soal jumlah dana yang diminta segera harus dilunasi, tapi dia menyayangkan cara penyampaian somasi yang tak lazim.

Merespon pernyataan Kuasa Hukum Dek Gam, sesuai janjinya, Zulfikar mengadakan temu wartawan di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Banda Aceh, Jumat (20/1/2023) pagi. Saat itulah dia menyatakan rasa kagetnya menerima peringatan hukum dari pihak Dek Gam. “Somasi pertama dan langsung terakhir,” ujarnya di depan puluhan wartawan. 

Zulfikar mulai menceritakan duduk masalah persoalan saham Persiraja yang kini jadi kisruh. Sebenarnya, kata dia, tidak ada niat untuk mengungkapkan masalah itu ke publik. Tapi, setelah mantan Presiden Persiraja itu melalui kuasa hukumnya sudah mengangkat masalah ini ke media, dia pun terpaksa angkat bicara. “Tidak mungkin kita tutupi lagi,” ujar presiden Persiraja pengganti Dek Gam.

Baca juga: Diduga Ekses Ganti Nama, Dispora tak Izinkan Persiraja Gunakan Stadion Lampineung

Baca juga: Persiraja Tumbang Dihajar Persib 3-1

Zulfikar menjelaskan, bahwa pihaknya, kemarin (Kamis) mendapat kabar dari Dek Gam melalui kuasa hukumnya bahwasanya ada saham yang belum dibayar. Zulfikar tidak membantah kabar tersebut. “Benar demikian,” ujarnya.

Meski demikian, dia ingin menjelaskan ke publik bahwa sebetulnya permasalahan itu sudah berlangsung sejak lama, sejak Agustus silam, saat proses penyerahan, pembelian saham dari Dek Gam.

Menurut Zulfikar, dia dan Dek Gam waktu itu punya komitmen, sama-sama tidak mau mengungkapkan persoalan ini ke publik. Karena, sambungnya, ini menyangkut dengan marwah, terkait dengan persoalan harkat dan martabat Dek Gam sebagai anggota DPR RI. “Dalam bahasa saya lon jaga ie muka dron (tidak ingin mempermalukan, red),” ujarnya.

Karena pertimbangan itulah, kata Zulfikar, masalah ini ditutup rapat.  Meski demikian, sambungnya, sempat terjadi dialog antara Zulfikar dengan Dek Gam terkait persoalan pelepasan saham Persiraja waktu itu. “Selesai penandatanganan di notaris, saya sampaikan ke Dek Gam, apa yang harus kita sampaikan ke publik?” kata Zulfikar.

Mendengar itu, Dek Gam malah balik bertanya kepadanya. “Apa ya bang yang bagusnya kita sampaikan?” Zulfikar menirukan ucapan Dek Gam waktu itu.

Pengakuan Zulfikar, sempat ada wacana bahwa saham Persiraja diwakafkan. Tapi, menurut Zulfikar, Dek Gam malah lebih memilih untuk menggratiskan saja. Sehingga sempat beredar di publik seolah-olah saham Persiraja gratis.

Dijelaskan, banyak yang memahami, bahwa informasi itu tidak benar. Kemudian, terbuka ke publik bahwa Zulfikar pernah membayar sebanyak Rp 350 juta.

Zulfikar mengatakan, bahwa niatnya untuk menyelamatkan Persiraja yang sudah berada di titik sakratul maut. Ia juga menyinggung soal pertemuannya dengan Pj Gubernur Achmad Marzuki yang pada pertemuan itu sempat menghubungi Dek Gam dan menanyakan kepada dia kenapa tidak mau lagi mengurus Persiraja. "Pj meminta agar Persiraja tidak turun ke Liga 3," kata Zulfikar.

Dari sana, proses pengalihan manajemen Persiraja terjadi. Pj gubernur menyampaikan kepada Dek Gam, agar Ustadz Zulfikar saja yang pegang Persiraja.

Setelah itu, Dek Gam meminta Zulfikar menyiapkan dana Rp 1 miliar. Kepada Dek Gam, ia mengatakan tidak punya dana sebanyak itu. Lalu, Dek Gam meminta agar Zulfikar membayar Rp 500 juta saja. “Kalau kurang dari itu, boleh?” pinta Zulfikar.

Masih menurut Zulfikar, akhirnya Dek Gam menerima pembayaran sebesar Rp 350 juta. Lalu, dia bertanya kepada Dek Gam soal pelunasan sisa utang sebesar Rp 650 juta lagi.

Kata Zulfikar, Dek Gam menyarankannya agar memotong cek. “Saya potong cek, uang tidak ada gimana?” jawab Zulfikar.

Lalu, sambung Zulfikar, mitranya mencoba meyakinkan bahwa ada uang nanti. “Ada subsidi dari PSSI. Kemudian, nanti dalam kompetisi bisa diambil sedikit dari penjualan tiket,” ujarnya.

Ternyata, kata Zulfikar, dana dari PSSI tidak dibayarkan sekaligus. Tapi dicicil Rp 100 juta sekitar dua kali. Bahkan untuk pembayaran kedua dipotong lagi. Semua tidak seperti yang dibayangkan.

Berbagai hal tadi, kata dia, menimbulkan dilema bagi manajemen Persiraja. Zulfikar mengungkapkan, bahwa janji Dek Gam saat awal dia berniat melepasakan Persiraja sacara gratis ternyata tidak benar. “Ini perlu kami sampaikan agar masyarakat tahu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyatakan, bersedia membayar sisa pembayaran saham yang diklaim sebagai utang oleh pihak Dek Gam. Tapi, dia meminta waktu. “Kami akan bayar walau pun dengan cara menyicil,” ujarnya.

Untuk keseimbangan informasi, KabarAktual mencoba meminta konfirmasi dari Dek Gam terkait pernyataan Zulfikar SBY yang mengatakan saham Persiraja pernah disebut gratis. Tapi, pesan WhatsApp yang dikirimkan sejak pukul 14.13 WIB tidak mendapat balasan dari anggota DPR RI tersebut.[]

Silaturahmi SMSI

Komentar

Loading...